Persatuan Perubatan Islam Malaysia (Moscow) Russia Student Chapter

PPIM-MSC-->Blog ini ditubuhkan pada 18 Mac 2006 'Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (agama) Allah nescaya Allah membela kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu.' Muhammad:7

Wednesday, March 29, 2006

Circle of wisdom

CIRCLE OF WISDOM(CROWD)

PPIM-MSC

Love, Intellectual and Dignity

Breaking news kepada semua Muslimat RSMU(Malaysian)..!! Sukacita dimaklumkan, Biro Latihan dan Bina Insan PPIM-MSC akan mengadakan satu taklimat tentang AKTIVITI SULUNG kami khas buat anda semua..

Tarikh: 1 April 2006

Tempat: Bilik 10-08

Masa: 5.30 petang(Selepas Asar)

Kami dengan berbesar hati menjemput SEMUA AHLI dan BUKAN AHLI PPIM-MSC hadir bersama-sama untuk mendengar taklimat ini..Selepas taklimat,akan diadakan satu sesi Luahan Idea dimana kawan2 semua boleh menyumbang pendapat dan pandangan untuk memantapkan lagi aktiviti ni..Inilah masanya untuk kawan2 meluahkan apa yang tersirat dihati…

Seperti biasa, cicipan(jamuan ringan)disediakan..

Jemputla datang beramai-ramai..Ajak kawan2 sekali ye..

Jangan lupa..We ll see you when you get there!!

Biro Latihan dan Bina Insan

PPIM-MSC,2006/2007

Tuesday, March 28, 2006

MENGENANG AKHLAK NABI SUCI KITA



Mengenang Akhlak Nabi Suci Kita :

Muhammad SAW Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah
hingar bingar dengan tangisan ummat Islam; antara percaya dan tidak,
Rasul yang mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian,
seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, "Ceritakan padaku
akhlak Muhammad." Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup
berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah
ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis, ia tak
sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut
menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat

senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia
Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad. Dengan
berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata
berkata : " Ceritakan padaku keindahan dunia ini!" Badui ini menjawab,
"Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia
ini..." Ali menjawab, " Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia ini,
padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan
hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak
Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki
budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam 68: 4)."

Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi yang sering

disapa Khumairah oleh Nabi. Aisyah menjawab,"Khuluquhu al-Quran (Akhlaknya
Muhammad itu Al-Quran)." Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi
itu bagaikan Al-Quran berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia
segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat seluruh kandungan
Quran. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak
QS Al-Muminun (23: 1-11).

Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari

pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak
Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan
junjungan mereka. Mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling
indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi Penutup ini.
Kembali ke Aisyah. Ketika ditanya bagaimana perilaku Nabi, Aisyah
menjawab "Semua perilakunya indah." Ketika didesak lagi, Aisyah baru
bercerita tentang saat terindah baginya sebagai seorang isteri, " Ketika aku
sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan
kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku
untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.' " Apalagi yang lebih
membahagiakan seorang isteri, karena dalam episode tersebut terkumpul kasih
sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang
juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad jugalah yang membuat khawatir hati Aisyah ketika

menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar
membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur
di depan pintu. Aisyah berkata, mengapa engkau tidur di sini. Nabi
Muhammmad menjawab," Aku pulang larut malam, aku khawatir mengganggu
tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan
pintu." Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku
kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, berhati-hatilah kamu
terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.
Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat,
mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat

tersebut terlambat datang ke Majlis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia
minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau
memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul
memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat
serbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas
tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima
serban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium
serban Nabi.

Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita

junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat
alas duduk kita. Hanya menerima kartu lebaran dari seorang pejabat saja
kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia
ingin menyenangkan dan melayani bawahannya.

Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca

kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang
paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakar-lah
yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi
Imam ketika Rasul sakit. Tentang Umar, Rasul pernah berkata, syaitan saja
takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka syaitan lewat
jalan yang lain. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi bermimpi meminum
susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang
meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, "Ya Rasul apa maksud (tawil)
mimpimu itu?" Rasul menjawab ilmu pengetahuan.

Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Ustman karena itu Utsman

menikahi dua putri Nabi, hingga Utsman dijuluki dzu an-Nurain (pemilik dua
cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu,
tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. "Aku ini kota
ilmu, dan Ali adalah pintunya. Barang siapa membenci Ali, maka ia
merupakan orang munafik."

Lihatlah diri kita sekarang. jika ada seorang rekan yang punya

sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik
berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan.
Ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita
belum mengikuti sunnah Nabi.

Saya pernah mendengar bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi

Muhammad. Buktinya, dalam Al-Quran Allah memanggil para Nabi dengan sebutan
nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad,
Allah menyapanya dengan Wahai Nabi. Ternyata Allah saja sangat
menghormati beliau.

Para sahabatpun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan

pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap rasul. Mereka ingin
Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan, Abu Bakar
berkata: " Angkat Al-Qaqa bin Mabad sebagai pemimpin." Kata Umar ;"
Tidak, angkatlah Al-Aqra bin Habis." Abu Bakar berkata ke Umar, "Kamu
hanya ingin membantah aku saja." Umar menjawab " Aku tidak bermaksud
membantahmu." Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin
keras. Waktu itu turunlah ayat: Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah.

Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang

beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah
kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti
mengeraskan suara kamu ketika bercakap terhadap sesamamu. Agar tidak terhapus
amal-amalmu sedangkan kamu tidak menyadarinya (al-hujurat 1-2)
Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata :"Ya Rasul Allah,
demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali
seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia. " Umar juga berbicara
kepada Nabi dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah
peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah
terhapus. Para sahabat Nabi takut akan terhapus amal mereka karena
melanggar adab saat berada dalam hadirat Nabi.

Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi didatangi utusan

pembesar Quraisy, Utbah bin Rabiah. Ia berkata pada Nabi," Wahai
kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki.
Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau
inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit
yang dideritamu, akan kami carikan ubat. Jika kau inginkan kekuasaan,
biar kami jadikan engkau penguasa kami."

Nabi mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun

beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti,
Nabi bertanya, " Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?" - "Sudah," jawab
Utbah. Nabi membalas ucapan Utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika
sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud. Sementara itu Utbah duduk
mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.

Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak hairan

bagaimana Nabi dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh
musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain.
Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan adalah perilaku
kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau
mendengarkan Nabi dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi berbicara.
Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau
mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara
penceramah kadang-kadang tertutup oleh suara kita.

Ketika Nabi tiba di Madinah dalam episod hijrah, ada utusan kafir

Mekkah yang meminta janji bahwa Nabi akan mengembalikan siapapun yang
pergi ke Madinah sepeninggal Nabi. Selang beberapa waktu, seorang sahabat
rupanya tertinggal di belakang Nabi. Sahabat ini meninggalkan
isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir,
akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui
Nabi dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi? " Kembalilah engkau ke
Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah
melindungimu." Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat
ini untuk berhijrah, bagi Nabi janji adalah janji; bahkan meskipun janji
itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu
janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi
telah menyerap di sanubari kita atau tidak.

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada

para sahabat, " Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak
ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut
balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan
perbuatanku pada kalian, ucapkanlah! " Sahabat yang lain terdiam, namun ada
seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, " Dahulu ketika
engkau memeriksa barisan di saat akan pergi perang, engkau meluruskan
kedudukanku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak,
tapi aku ingin menuntut qishash hari ini." Para sahabat lain terpana,
tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar
langsung berdiri dan siap membereskan orang itu. Nabi melarangnya. Nabi pun
menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada
di rumah Nabi keheranan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal
menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin hairan, mengapa ada
sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul
berikan pada mereka.

Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya

menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata,
"Lakukanlah!" Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi
suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk
Nabi seraya menangis, "Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu
dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu! Aku ikhlas atas semua
perilakumu wahai Rasulullah." Seketika itu juga terdengar ucapan -
Allahu Akbar - berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi
itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya
semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin
memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi.

Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun

badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan
memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul pun sangat hati-hati
karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada
orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan
Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia. Jangan-jangan
kita menjadi orang yang muflis. Naudzu billah.....

Nabi Muhammad ketika saat haji Wada, di padang Arafah yang terik,

dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya
itu Nabi dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, "
Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah
aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa
jawaban kalian? " Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan
air mata. Nabi melanjutkan, " Bukankah telah kujalani hari-hari bersama
kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku
karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar
menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari
Allah.....? " Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, "
Benar ya Rasul! "

Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, "Ya Allah

saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!." Nabi meminta
kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini
saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah.

Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu,
betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu,
betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah;
semua budi pekertinya yang agung,
betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama
Nabiyullah Muhammad,
betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan
surganya Nabi kami.
Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah
Ambillah iktibar dan pengajaran dan sebarkanlah message ini sekurang-kurangnya sebagai tanda kasih dan sayang pada Baginda.


Ir. Ahmad Jais Alias
Malaysian Institute of Aviation Technolgy
Universiti Kuala Lumpur
Kampus UniKL-MIAT
Lot 2891, Jalan Jenderam Hulu
43800 Dengkil, Selangor DE
Malaysia
Tel: +603-87688487

Monday, March 27, 2006

The Preventative and Healing Wonders of Wudhu (Ablution) by Lamya Tawfik

Fourteen centuries ago, our Prophet SAW gave us a prescription of 26 washing movements to be carried out 5 times a day, a total of 130 daily washing movements, to grant us optimum health.
"O ye who believe! when ye prepare for prayer, wash your faces, and your hands (and arms) to the elbows; Rub your heads (with water); and (wash) your feet to the ankles. If ye are in a state of ceremonial impurity, bathe your whole body. But if ye are ill, or on a journey, or one of you cometh from offices of nature, or ye have been in contact with women, and ye find no water, then take for yourselves clean sand or earth, and rub therewith your faces and hands, Allah doth not wish to place you in a difficulty, but to make you clean, and to complete his favour to you, that ye may be grateful." (Chapter 5 - Al Maidah, Verse 6)

Before a Muslim performs his prayers, he carries out the ablution movements mentioned in the above verse as well as others, which Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam has shown us. Thus, the ablution comprises of washing the hands, arms right up to the elbow, face, mouth, nostrils, and feet up the ankle, all three times each. The inside and behind the ears, as well as the part of the head above the forehead is wiped once. Done five times a day, it not only cleanses these vital parts of the body from dust and dirt but also "softens" and refreshes them.
Interestingly enough, Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam also encouraged doing ablution before going to bed. This same ritual is also encouraged by Yoga experts who say that washing important motor and sensory organs such as the hands, arms, eyes, legs, mouth and genitals before sleep using cool water relaxes the body preparing it for a deep sleep. [Avadhuta, Vedprajinananda, Yoga Health Secrets]

Stimulating the Biological Rhythms
In an article titled "Muslims Rituals and their Effect on the Person's Health", Dr. Magomed Magomedov, assistant to the department of the Man's General Hygiene and Ecology in the Daghestan State Medical Academy, speaks about how ablution stimulates the biological rhythms of the body and specifically Biological Active Spots (BASes), very much like the idea behind Chinese reflexotherapy. Presently we know that a man is a complex system of electromagnetic fields, meridians, biological rhythms and so on. Man's internal organs, in their turn, present a no less sophisticated bioenergetical whole; they all have indissoluble multi-channel bilateral connections with the skin, which hosts special spots, whose functions resemble those of buttons on "control" and "recharge boards" responsible for particular organs. These spots are called biologically active spots (BASes). [Magomedov, Magomed, Muslim Rituals & their effect on the person's health]
While pointing out to the similarities between ablution and the science of Chinese reflexology in his fascinating article, Dr Magomedov also states the main different points. To become a doctor in reflexology, he says, one has to take a 15 to 20 year course of study, incomparable with the simple learning techniques of ablution. In another comparison, reflexotherapy was primarily used to cure diseases and very rarely for prevention, while, as we shall see, ablution has many preventive benefits. There was also a negative side to reflexotherapy, he says, one that is not found in ablution; a patient was exposed to traumas since doctors used cauterisation. "The majority of the most powerful BASes are being washed during the Muslim ritual. It is not the doctor, who had studied for many years, who does it, but every Muslim by himself. Besides, praying five times a day obliges a Muslim to take the preventive measures against diseases beforehand
According to Dr Magomedov, Chinese medicine says that there are more than 700 BASes, and sixty-six of them have quick reflex therapy effects and are named the drastic (or aggression or antique or prime-elements) spots. Out of these sixty-six spots, sixty-one of them are located in zones required for ablution while the other five are located between the ankle and knee. Thus, ablution becomes a kind of treatment complex, which includes the hydromassage of the BAS, their thermal and physical stimulation.

Preventive Cleansing of Wudhu'
From a non-alternative medicine perspective, Mukhtar Salem, in his book titled 'Prayers: a Sport for the Body and Soul', speaks about the health benefits of every aspect of ablution(wudhu'). He does not speak about the BASes in one's body, but nevertheless, he describes the preventive benefits of ablution.

SKIN: Ablution, he says, helps prevent skin cancer. This is his explanation… the areas that are washed during ablution are the parts of the body that are most prone to be exposed to pollution, whether it is pollution from the internal secretions of the body on to the skin surface, such as sweat, or whether it is external. Ablution, removes this 'pollution' five times a day, and hence maintains a clean outside layer of skin, which in turn helps the cells underneath to function properly. Also, washing with water helps invigorate the ends of the blood vessels, as well as the nerves and glands that are near the skin surface, and hence helps them perform their functions efficiently.[Salem, Mukhtar, Prayers: A sport for the soul and body, CAIRO, The Arab Modern Centre (1990), pg. 52.] Salem adds that research has proven that one of the main reasons behind skin cancer is that the skin is exposed to chemicals, especially petrochemicals, and that the best way to prevent skin cancer is by constantly removing these chemicals.

MOUTH: The obvious reason behind washing the mouth during ablution, Salem says, is to remove the food particles, which could cause teeth and gum problems. That is also one of the reasons why siwak (brushing one's teeth) is also encouraged before ablution.

NOSTRILS: When washing one's nostrils, one is also performing a preventive health measure as the germs trapped in the nostrils are removed and do not pass on to the respiratory system. According to a study conducted by a team of doctors in Alexandria University, the Prophetic tradition, which urges the exaggeration of washing the nostrils by introducing the water in the nostril then blowing it out, positively affects the inner coating of the nostrils. Those who carried out the washing in the correct form had clean, shiny nostrils with no dust clinging to the small hair inside. However, those who did not perform ablution had light coloured, greasy nostrils and their nostril hairs fell off easily.

FACE: Repeated washing of the face invigorates the facial skin cells and helps prevent early wrinkles as well as having a cleansing effect on the inside of the eyes, which prevents eye infections, says Salem. Washing the ear helps rid them from wax accumulation, which may cause ear infections as well as affecting the inner ear, which eventually causes body imbalances.

FEET: The Prophetic tradition of encouraging one to wash between the toes while washing the feet, is also extremely important, says Salem, as it prevents the foot, which in our modern times is trapped most of the day inside shoes, from acquiring athlete's foot. Over all, he adds, ablution also has an exercising effect on all the muscles involved in its movement, which are thus being stimulated five times a day or even more according to repetition.

Wudhu' in Extinguishing the Fires of Anger
Prophetic tradition, with regards to ablution, is also ecologically friendly, as Rasulullah (s.a.w) repeatedly encouraged water conservation, even if abluting from a running river. Ibn Majah related that Rasulullah (s.a.w) said, "There is a Shaytaan (devil) for ablution called `walhan', meaning greedy, avoid the waste of water." We are also encouraged to make ablution while being in a state of anger for the cooling and refreshing effect of the water, as we are told that anger is from the devil who is made out of fire and can therefore be put off by water.
Finally, there is a moral to this article, besides understanding the benefits of ablution. One should never take things at face value, and must have strong faith that everything that Allah prescribes has wisdom behind it that we may or may not know.
" And they say: 'We hear, and we obey: (We seek) Thy forgiveness, our Lord, and to Thee is the end of all journeys. '" (Chapter 2-Al Baqarah, Verse 285).
" Nor does he say (aught) of (his own) Desire. It is no less than inspiration sent down to him " (Chapter 53-An Najmi, Verse 3 & 4).
Wallahua'lam...

Edited from the original version by: Exco of Academic PPIM-MSC March 2006
References: www.radioislam.com

Sunday, March 26, 2006

PESAN NAQIB KITA..(Abg Quizi Iqbal)

Alhamdulillah..spt biasa hari ini,Ahad,12tghari usrah sisters dijalankan spt biasa kt surau di sampaikan oleh Naqib yg tak asing lg,Abg Quizi Iqbal ditemani Isteri,k.Mai dan puterinya yg sgt comel,Damiah..jazakumullahu khairan kathira Abg Qz n family^_^..tazkirah yg disampaikan simple je,tp sungguh menarik sbb amat berkaitan dgn kehidupan seharian kita,dan berkait rapat amalan kita yg utama(solat)..iaitu WUDHU’..tanpa wudhu’ maka tidak sahla solat..

Disini saya nak ulas kembali psl usrah td..bg sahabat2 yg ada rukhsah tak dapat hadir td,boleh kita kongsi balik, n pada brothers jgk boleh sama2 kita renungi..

WUDHU’

Sekilas drp Al-Furan tentang kewajipan berwudhu’ sebelum solat:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sembahyang (padahal kamu berhadas kecil), maka (berwuduklah) iaitu basuhlah muka kamu, dan kedua belah tangan kamu meliputi siku dan sapulah sebahagian dari kepala kamu dan basuhlah kedua belah kaki kamu meliputi buku lali…”ila akhir..(Al-Maidah:006)

Syarat2 wudhu’

1.Islam

2.Mumaiyiz(dapat membezakan yg baik dgn yg buruk)

3.Tidak berhadas besar

4.Menggunakan air mutlak

5.Tidak ada yg menghalangi air utk sampai ke anggota2 wudhu’(spt bandage,cat,liquid paper etc)

6.Mengetahui yg mana anggota2 wajib dan anggota2 sunat

Fardhu2 wudhu’

1.Niat (ketika mbasuh muka)

“Nawaitu raf’al hadasil asghar lillahi ta’ala…”/”Sahaja aku mengangkat hadas kecil kerana Allah Ta’ala…”

2.Membasuh seluruh muka(bermula dr tempat tumbuh rambut-dr dahi ke bawah dagu, dr telinga kanan ke telinga kiri)

3.Membasuh kedua tangan hingga ke siku

4.Mengusap sbhgn rambut kepala

5.Membasuh kedua kaki till buku lali

6.Tertib(mengikut turutan)

Sunat2 wudhu’

1.Mulakan dgn bismillah

2.Basuh kedua tapak tangan till pergelangan tgn

3.Berkumur2

4.Menghirup air ke dalam rongga hidung

5.Mengusap seluruh kepala dengan air

6.Mendahulukan anggota kanan drp kiri

7.Mengusap kedua telinga,bhgn luar dan dalam

8.Menjadikan bilangan wudhu’ 3 kali

9.Menyela2 jari tangan dan kaki(celah2 jari)

10.Membaca doa slps wudhu' sambil menghadap qiblat

Perkara2 yg mbatalkan wudhu’

1.Keluar sesuatu dr 2 jalan(kemaluan)-wadi,mazi,air mani etc

2.Hilang akal kerana gila,pengsan @ nyanyuk

3.Tersentuh kulit lelaki/perempuan tanpa pelapik

4.Tersentuh kemaluan dgn tapak tangan..

Dengan itu..habisla bab2 wudhu’ ni..sbnrnya ada lagi yg disampaikan oleh Abg Qz,pasal hadas besar n tayammum..insyaAllah yg tu version lain pulak..moga uk bab wudhu’ ni sama2 dpt kita ambil iktibar,insyaAllah..Time kasih banyak2 sekali lagi utk Abq Qz n family..moga sentiasa diberkati Allah insyaAllah..wassalam wrt wbt..^_^


Allah almighty knows best...

-Latihan dan Bina Insan

AYAH,ANAK DAN KERETA SPORT


Seorang pemuda yang sedang berada di tahun akhir pengajiannya mengharapkan sebuah kereta sport daripada ayahnya...lantas, si pemuda memberitahu hajatnya kepada ayahnya, seorang hartawan yang ternama...si ayah hanya tersenyum...si anak bertambah yakin, andai keputusan peperiksaannya begitu cemerlang, pasti kereta itu akan menjadi miliknya..beberapa bulan berlalu...ternyata si anak, dengan berkat kesungguhannya..telah beroleh kejayaan yang cukup cemerlang..hatinya berbunga keriangan...

Suatu hari...si ayah memanggil si anak ke bilik bacaannya..si ayah memuji anaknya...sambil menyatakan dengan kejayaan si anak yang cukup cemerlang...si anak tersenyum puas...di ruang matanya terbayang kilauan kereta sport merah yang selama ini menjadi idamannya itu...si ayah yang bagaikan mengerti kehendak si anak, menghulurkan sebuah kotak yang berbungkus rapi dan cantik...si anak terkesima...sungguh...bukan itu yang kuhajatkan...dengan hati yang berat...kotak itu bertukar tangan...matanya terarah kepada riak wajah ayahnya...yang tidak menunjukkan sebarang perubahan; seolah-olah tidak dapat membaca tanda tanya yang bersarang di hatinya.... dalam pada itu, si anak masih membuka pembalut yang membungkus kotak itu...penutup kotak dibuka...apa makna semua ini???..sebuah Al-Quran kecil; comel dengan cover kulit..tinta emas menghiasi tulisan khat di muka hadapan...si anak memandang ayahnya...terasa dirinya dipermainkan...amarahnya membuak...nafsu mudanya bergelojak...ayah sengaja mempermainkan saya...ayah bukannya tak tahu betapa saya menyukai kereta tu...bukannya ayah tak mampu untuk membelikannya...sudah ayah...bukan al-Quran ni yang saya nak...katanya keras...al-quran itu dihempaskan ke atas meja bacaan...si anak terus meninggalkan si ayah..tanpa memberi walau sepicing untuk si ayah bersuara...pakaiannya disumbatkan ke dalam beg..lantas, dia meninggalkan banglo mewah ayahnya...memulakan kehidupan baru dengan sekeping ijazah yang dimilikinya....

10 tahun berlalu..si anak kini merupakan seorang yang berharta...punyai syarikat sendiri...dengan isteri yang cantik dan anak-anak yang sihat...cukup membahagiakan...namun hatinya tersentuh...sudah 10 tahun..sejak peristiwa itu dia tidak pernah menjenguk ayahnya...sedang dia berkira2 sendiri...telefonnya berdering...dari peguam ayahnya...ayahnya meninggal dunia semalam...dengan mewariskan semua hartanya kepada si anak...si anak diminta pulang untuk menyelesaikan segala yang berkaitan perwarisan harta...dan buat pertama kalinya setelah dia bergelar bapa...si anak pulang ke banglo ayahnya...memerhatikan banglo yang menyimpan 1001 nostalgia dalam hidupnya...hatinya sebak..bertambah sebak apabila mendapati di atas meja di bilik bacaannya...al-quran yang di hempaskannya masih lagi setia berada di situ...bagaikan setianya hati ayahnya mengharapkan kepulangannya selama ini...perlahan2 langkahnya menuju ke situ...mengambil al-quran itu..membelek2-nya dengan penuh keharuan...tiba-tiba...jatuh sesuatu dari al-quran itu...segugus kunci...di muka belakang al-quran itu...sebuah sampul surat ternyata diselotepkan disitu...kunci itu segera dipungut...hatinya tertanya2...nyata sekali...di dalam sampul surat itu...terdapat resit pembelian kereta idamannya...dibeli pada hari konvokesyennya...dengan bayaran yang telah dilunaskan oleh si ayah...

Sepucuk warkah..tulisan tangan orang yang amat dikenalinya selama ini..hadiah
teristimewa untuk putera kesayanganku....air mata si anak menitis deras...hatinya bagai ditusuk sembilu..penyesalan mula bertandang...namun semuanya sudah terlambat...

Sekadar renungan bersama: berapa banyak kita melupakan nikmat Allah, hanya semata-mata kerana nikmat itu tidak "dibungkus", didatangkan atau diberi dalam keadaan yang kita hajati?? aku bukannya yang terbaik untuk memberi nasihat...sekadar berkongsi ilmu..untuk saling mengingati...wassalam.

~ Exco Kebajikan & Sosial, PPIM-MSC ~

Cake Batik Recipe ^_^



Mari blaja buat kek batik!! ^_^ senang je..7 easy steps to make 'kek batik'..


Bahan2:

Butter 250g

Susu pekat 1 tin

Serbuk Koko 1 kotak

Telur 4 biji

Milo/Nesquick 2 sudu besar

Serbuk coffee ½ sudu kecil

Biskut Marrie 1 paket (patahkn kpd 4)

(atau any biskut of the same amount with dat biscuit)


Cara-cara:

1.Cairkan butter dalam periuk dengan api sederhana

2.Angkat periuk dr stove,add in serbuk koko,susu pekat dan telur

3.Kacau till sebati n letak atas stove balik..

4.Kacau lagi sampai pekat..api sederhana ye..jaga2,jgn sampai hangit ^_^

5.Dah pekat tu,tutup stove,n bolehla masukkan biskut pulak..gaul till sebati dgn mixture td

6.Pastu bolehla transfer ke tupperware/bekas mana2 yg korang suke n tekan till padat

7.Last skali masukkan dlm frigde..jgn ltk dlm freezer plk..nnt beku..huhu (usually lps 2jam dah boleh mkn)

Selamat Mencuba!! and for RSMU students,the most recommended biscuit is biscuit kt first floor dlm plastic timbang tu,rectangle shape,n ade rectangle hole plk..(promosi ni takde saham ape2 ye dgn pakcik kedai tu..bersih..hihi)n btw,kalo confuse if rase die same tak ngn its real taste,bolehla diuji keaslian rasanya kat bilik kami..Rasul s.a.w ada bpesan,makan y paling afdhal(terbaik) adlh kalo makan beramai2,jd dh siap kek tu,bagi2la jgk sesame kawan2 n jiran tetangga k..^_^ hav fun making home-made kek batik!! time kasih..hihi…wsalam wrt..


10-08 Members ^_^

Pekerti Semanis Senyuman..~

Saturday, March 25, 2006

THE OATH OF MUSLIM DOCTOR



THE OATH OF MUSLIM DOCTOR


In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
Praise be to Allah, the Sustainer of His Creation, the All-knowing.
Glory be to Him, the Eternal, the All-Pervading.
O Allah, Thou art the only Healer,
I serve none but Thee, and, as the instrument of
Thy Will, I commit myself to Thee.
I render this Oath in Thy Holy Name and I undertake:

To be the instrument of Thy Will and Mercy, and, in all humbleness, to exercise justice, love and compassion for all Thy Creation,

To extend my hand of service to one and all, to the rich and to the poor, to friend and foe alike, regardless of race, religion or colour,

To hold human life as precious and sacred, and to protect and honour it at all times and under all circumstances in accordance with Thy Law,

To do my utmost to alleviate pain and misery, and to comfort and counsel human beings in sickness and in anxiety; To respect the confidence and guard the secrets of all my patients,

To maintain the dignity of health care, and to honour the teachers, students, and members of my profession,

To strive in the pursuit of knowledge in Thy name for the benefit of mankind, and to uphold human honour and dignity,

To acquire the courage to admit my mistakes, mend my ways and to forgive the wrongs of others,

To be ever-conscious of my duty to Allah and His Messenger (S.A.W.), and to follow the precepts of Islam in private and in public,

Oh Allah grant me the strength, patience and dedication to adhere to this Oath at all times..

-IMAM-

Thursday, March 23, 2006

DI SAF INI..

DI SAF INI

Di saf ini
aku kerdil di hadapan-Mu
bertakbir mengagumi keagungan-Mu
menghalusi ungkapan kalimah suci-Mu
bertahmid menyukuri-Mu
sujud pasrah kekuasaan-Mu

Kuluruskan barisan ini
bahu bertemu bahu
tumit bertemu tumit
tanpa seinci pun jurang yang menjadi saksi
ruang untuk syaitan memasang strategi
menggoda mengundang alpa dan leka

Telah kau tetapkan temujanji ini
Bersedia siaga dalam saf begini
lima waktu janjinya
aku terus menemui-Mu
berkasih dan bercinta
di bumi-Mu tempatnya
di rumah-Mu afdhalnya
di saf ini medannya

Maka pertemuan kita pada saf ini
Menjadi rutinku tanpa rasa jemu
kuadukan rasa rindu di kalbu
dalam setiap lafaz bicaraku
izzah membesarkan keagungan-Mu
syukur memuji anugerah-Mu
mohon sinar petunjuk-Mu

Dan apabila saf itu akhirnya bubar
kubawa diri berkelana di bumi ini
mencari rezeki yang Kau limpahi
dan Kau terus sahaja memerhati
sehingga bertemu lagi di saf ini
untuk sekian kalinya.


Moscow,2234 oktober 23,2005
khairil idham ismail

Wednesday, March 22, 2006

HONEY - In prophetic and general medicine

Nutritional info :

Honey contains antioxidants, as do most fruits and vegetables. Antioxidants are non-nutritive agents that can decrease the activity of cell-damaging free radicals. (Free radicals have been linked with many chronic diseases). The darker varieties of honey, in particular, can contain large quantities of a particular antioxidant called flavonoid. These are the same substances, found in red grapes, that have been linked with the lower risk of heart disease.

A Hadith narrated by Ibnu Majjah and others, stated that the Prophet said :

“ Make use of the two cures, honey and Quran “

This Hadith joins the material and the divine cures, the medicine of the body and the soul, the earthly medicine and the heavenly cure.

As noted by Ibn. El-Qayem El-Jozeyah in his book of Prophetic Medicine, honey has tremendous medicinal value, because it washes away the harmful substances that might be collected in the veins and the intestines. In addition, it dissolves excess moisture, beneficial as a drink and ointment, great value for the elderly and those suffering from phlegm (by dissolving the phlegm that is accompanied by coughing) and cold moods or chills.

Honey is nutritious, softens one’s bowel movement and is a good preserving agent (for food preservation). It also reduces the bitter taste of other medicines, cleanses the liver and the chest, aids in urine production, strengthens weak eyesight, whitens the teeth, has effects on kidneys, prostate and females’ menstruation system. Furthermore honey is the least harmful sweet substance. It has no side effects except for those suffering from bile should take it with vinegar to neutralize it’s harm.

The Prophet used to drink honey mixed with water on an empty stomach. There is a wonderful secret behind this practice regarding preserving the health. Only those who enjoy sound comprehension will be able to recognize such a secret.

Nowadays, many research has been done on honey, and it is proven as an antimicrobial agent, disease preventor and beneficial for oral health. For more info about the research, feel free to browse the National Honey Board’s website: http://www.nhb.org/health/MedResearch.html

But parents have to take notes, the fact that honey is not an appropriate diet for babies under one year of age. This is due to the presence Clostridium botulinum spores in honey that can cause infant botulism- a rare but serious disease that affects the nervous system of young babies. The spores are also present in dust, soil and improperly canned food. Adults and older children are routinely exposed to them, but rarely affected by C. botulinum spores. But for sure, the safety of honey as a food for older children and adults remains unquestioned.

This article links prophetic n general medicine together. Not saying that we should ignore other drugs prescribed for each diseases in pharmacology. Those are built on hypothesis, observation and experimentation. Of course we have to stick to the facts, since studies of drugs are unseparatable from medical life. As we know, ‘we are what we eat’. We can take honey as a prophylactic agent, follow the Sunnah. Since stomach is the main source of diseases in human being, taking care of our GIT (gastro-intestinal tract) would be the best way of protecting our body as one of the biggest ‘amanah’ from Him. Being Muslim future doctors, we have to build our mind towards practicing medicine with Islam as our way of life. Study, practice, treat, cure. Do have faith in The Almighty, coz from Him everything comes, and to Him, everything goes to, in the end. Wallahu a’lam.

‘ If the Quran, which is a cure for whatever the heart conceals, is not

acknowledged and accepted with faith, it will not provide a cure for the heart. In fact, Quran will only add more evil and diseases to the hearts of hypocrites. Quran is only suitable for righteous souls and feeling hearts. Therefore, when people ignore Prophetic medicine, it is like ignoring the help and guidance of the Quran, which is the most effective medicine. Again, when the medicine do not work, it is due to the negativity in the body and soul that are not suitable for accepting the medicine, not because the medicine does not work. All success comes from Allah, Wherein is healing for men.’

"Our Lord! Pour out constancy on us and make our steps firm: Help us against those that reject faith."

"One who has deep Iman and knowledge usually remains quiet while in times of difficulties. One who has less Iman and knowledge causes loud noise. Just like the ocean. Have you ever seen the waves of a high tide and how they clamour when they arrive at the beach and strike the rocks? Because the ocean near the beach is shallow, even a kid can challenge it, while in the depth of the sea it’s quiet, peaceful and full with majesty. The deeper you get in Iman and knowledge the more peaceful you become."

(Yaser Birjas)

Revision:

  1. The Prophetic Medicine by Ibn. Al-Qayem El-Jozeyah, translated by Abd. El-Qader Bin Abd. El-Azeez, reviewed by Dr. Engi.
  2. http://www.hhp.ufl.edu/faculty/pbird/keepingfit/ARTICLE/HONEY.HTM
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Flavonoid
  4. http://www.honey.com/info/tummy.html
  5. http://forums.almaghrib.org/showthread.php?t=1591

Exco of Academic, PPIM-MSC March 06


Saturday, March 18, 2006

Taklimat Pengenalan dan Penubuhan PPIM-MSC kepada Siswa-siswi Malaysia RSMU dan Perlantikan Jawatankuasa Tertinggi 06/07





Pada hari Sabtu,18 Mac 2006 yang lalu,satu majlis pertemuan antara siswa siswi RSMU dengan Jawatankuasa Penaja Penubuhan PPIM telah diadakan.Majlis tersebut telah dihadiri oleh seramai 80 orang pelajar.Jemputan khas yang telah hadir adalah para penasihat PPIM-MSC,iaitu Ir.Ahmad Jais,Ustaz Ahmad Marzuki dan Encik Abdul Halim Kadarman.Majlis bermula dengan ucapan alu-aluan pengerusi majlis,saudara Afiq (Awe) dan diikuti oleh kata-kata dari saudara Khairil Idham Ismail selaku pengerusi bagi jawatankuasa penaja PPIM-MSC.Majlis diteruskan dengan ucapan daripada Ir.Ahmad Jais Alias.Dalam ucapan ringkas yang telah diberikan,beliau berpesan supaya siswa siswi sentiasa bersemangat dalam menimba ilmu Allah yang luas disamping terus menggembleng tenaga merealisasikan tanggungjawab sebagai ‘Abdullah, Khalifatullah’(Hamba Allah,Khalifah Allah) dan salah satu caranya adalah dengan melibatkan diri dalam persatuan dan berkongsi segala ilmu yang diperolehi dan saling berganding bahu memajukan diri dalam usaha menjadi hamba Allah yang sempurna dan sentiasa diredhaiNya.

Sambutan hangat daripada para pelajar telah memeriahkan dan menyerikan majlis ini.Pengundian Majlis Perwakilan Pelajar PPIM bagi siswa siswi RSMU telah diadakan bagi meneruskan majlis.Hadirin sebulat suara melantik ahli jawatankuasa tertinggi/exco yang berikut:

JAWATANKUASA TERTINGGI PPIM-MSC 06/07:

Pengerusi:

Khairil Idham bin Ismail

Naib Pengerusi:

Nur Firdaus binti Mohd Rus

Setiausaha:

Mohd Afiq bin Mohd Nor(Awe)

Bendahari:

Ainul farhana

Exco Penerangan dan Penerbitan:

(L) Mohd Aizuddin Yusof (Che'Din)

(P) Alina Hasni

Exco Latihan dan Bina Insan:

(L) Mohd Afiq bin Mohd Rushdi

(P) Nadia Hamimah binti Kamaludin

Exco Akademik:

(L) Ahmad Zharif bin Hussein

(P) Erina binti Saizul

Exco Kebajikan dan Sosial:

(L) Mohd Syafwan Bin Mohd Soffian

(P) Mazni Baharom

Ahli-ahli majlis tertinggi ini diharap dan didoakan agar dapat menjalankan tugas dan amanah ini dengan cemerlang agar persatuan yang diterajui menjadi gemilang dan terbilang. Insya-Allah.

Majlis diakhiri dengan jamuan ringan dan ramah mesra sesama pelajar yang hadir.Diharap majlis ini mendapat keberkatan dari Allah dan urusan-urusan yang bakal dijalankan mendapat redha dan rahmat dariNya.Majlis ditutup dengan bacaan tasbih kafarah dan surah Al-Asr serta harapan kejayaan yang berpanjangan oleh semua yang hadir.

Laporan oleh Naib Pengerusi,

Nur Firdaus binti Mohd Rus (previously as Setiausaha Penaja PPIM-MSC)

Russian State Medical University(RSMU).

LOGO PPIM

Pengenalan

Blogger ini masih dlm pembinaan, harap bersabar.
Ini blogger untuk Persatuan Perubatan Islam Malaysia - Moscow Student Chapter (PPIM-MSC).
Dilancarkan blogger ini pada 18 Mac 2006 di Hostel RSMU (M2), Volgina Street, Moscow.
Pada tarikh ini telah diadakan Mesyuarat Penubuhan PPIM-MSC, Alhamdulillah.
Sila datang lagi untuk maklumat selanjutnya.

Sekian.
Ir. Ahmad Jais Alias
Penasihat Penaja
PPIM-MSC